KATALOG

BUKU AJAR:
Manajemen Kepemimpinan Berbasis Nilai-Nilai Kearifan Budaya
Penulis : Prof. Dr. I Nyoman Wijana, S.Sos.,M.Si.,M.Pd.
Editor : Ni Luh Drajati Ekaningtyas, M.Psi.
Jumlah Halaman : iv + 78
ISBN : 978-634-04-7734-4
Ukuran : 15,5 x 23
Penerbit : CV Anjani Publisher
Sinopsis Buku:
Karateristik kepemimpinan Hindu selain harus memiliki kelebihan-kelebihan seperti berani dan kaya akan inisiatif, luas pengetahuan dan pengalamannya, peka terhadap lingkungan dan bawahannya, serta mampu menjalin komunikasi secara akrab dan mau bermusyawarah untuk mencapai mufakat, berani mengambil keputusan serta rela berkorban, bersikap terbuka dan jujur disamping harus mempunyai prinsip-prinsip yang teguh, seorang pemimpin Hindu harus memiliki kelebihan dibidang etika moral dan spiritual, karena seorang pemimpin Hindu disamping harus bertanggungjawab terhadap organisasi atau masyarakat yang dipimpinnya, juga harus mempertanggungjawabkan perilaku kepemimpinannya kepada Tuhan Yang Maha Kuasa. Kesadaran yang demikian ini menimbulkan pengertian bahwa setiap orang, baik pemimpin maupun yang dipimpin mempunyai kedudukan yang sama tingginya dihadapan Tuhan. Kesadaran ini akan memberikan pemahaman bagi seorang pemimpin bahwa dirinya bukanlah seorang yang maha super dan bukan pula sumber kewenangan yang mutlak dalam menyelesaikan berbagai permasalahan, lebih-lebih menyangkut manusia yang dipimpinnya.
Pemimpin yang tidak terpengaruh oleh bujukan orang lain diharapkan memiliki keheningan batin, ketulusan, keikhlasan, bersikap jujur terhadap diri sendiri dan juga terhadap para pengikutnya dan mengabdi merupakan darmanya bagi seorang pemimpin dengan hati yang murni, bersih, dan jernih dalam upaya memberi tauladan kepada bawahan yang dipimpinnya. Seorang pemimpin harus mampu melihat jauh kedepan dalam arti mampu mengantisipasi permasalahan-permasalahan yang mungkin terjadi dimasa datang. Pemimpin yang bijaksana memiliki kepandaian mahir dan cakap dalam bidangnya, berpengalaman, cerdik dan berkepribadian yang baik, memungkinkan untuk menanamkan pengaruh secara mudah dan dapat meningkatkan kepercayaan maupun partisipasi anggota organisasi secara maksimal.